Alhamdulillah.
Itulah fitrah ruh kita yang mencari Tuhannya.
Kenapa kita tidak merasakan hal itu ketika sholat. Cari jawabannya sendiri, shalat lah dan mintalah petunjuk kepada Allah. Allahumma a’innni ‘ala zikrika wa syukrika wa husni ibadatik ” ya Allah ajari hambamu ini berzikir … (tarik nafas sebentar) ajari hambamu ini bersyukur … (tarik nafas sebenta)… ajari hambamu ini beribadah dengan benar (tarik nafas sebentar) setiap tarikan nafas ingat2 sekejap apakah kita shalat ? adakah yg tinggal ? bayangkan bagaimana jadinya kita tanpa penglihatan atau salah satu panca indera yg lain .. bayangkan rezeki yg sdh anda dapatkan selama ini sudahkah kita berterima kasih …kalau iya apa tanda terimakasih kita itu ? pantaskah ?
Kalau anda meresapi insha Allah anda akan menangis sejadi2nya dan insha Allah akan dibukakan jalan sesuai niat anda ( mencari Allah ).
Buku Abu Sangkan Alahamdulillah banya menolong kita membuka mata hati pikiran kita, tapi itu belum cukup tanpa kita praktekkan, Alhamdulillah lebih baik lagi bila di peraktekkan bersama para ahli ibadah yg sudah mengalami khusu’ dg shalatnya, itulah yg saya lakukan sekarang. Sudah kurang lebih satu bulan alhamdulilla pertemuan sesama saudara2 se-praktik pelatihan shalat khusu’ di Batam sudah membuahkan hasil.
Saya sedikit demi sedikit mengenal diri saya ( si Aku / si Ruh / si Bashiro ) takbiratul ikram sudah agak lancar silatun ( tangan seperti bergerak sendiri waktu takbir dan itu tidak saya gerak2 an dan itu saya sadar se sadar2nya ).
Tidaklah sesuatu berlaku instant bersabarlah nanti juga akan lancar yg penting niat dan kemauan dan latihan dalam shalat. Ada yang bertanya atau berdiskusi silahkan email saya di firman.email@gmail.com insha Allah dgn pentunjuk Allah semata bisa saya jawab bila tidak saya akan tanyakan kepada yang lebih tau sedikit dari saya. Allah tidah akan merobah suatu kaum sebelum ada usaha dari kaum itu sendiri, jadi mari berusaha cari.
Monday, June 23, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment